• Home
  • |
  • Blog
  • |
  • Seminar Internasional Fiqh Moderat Syekh Nawawi Al-Jawi di UIN Banten

Oktober 14, 2018

Seminar Internasional Fiqh Moderat Syekh Nawawi Al-Jawi di UIN Banten

Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten mengadakan seminar internasional bertema ‘Fikih Moderat dalam Pandangan Syekh Nawawi Albantani’ pada Selasa (25/9) di Hotel Le Dian, Kota Serang. Pematerinya, Prof Abdul Qodir Neffati dari Zaitounah University Tunisia, Syekh Dr. Muhammad Darwis As Syami dari Ma’had Fatah Damaskus Syiria, dan Syekh Ali Al Qusaibati dari Universitas Damaskus Syiria.

Syekh Dr.Muhammad Darwis dan Syekh Ali Al-Qusaibaty Dosen STAI Imam Syafi’i Cianjur dengan Para Dosen dan Staff UIN Banten

Syekh Dr.Muhammad Darwis dan Syekh Ali Al-Qusaibaty MA adalah salah satu dosen dari STAI Imam Syafi’i Cianjur yang diundang untuk mengisi Materi dalam acara tersebut.

Syekh Dr.Muhammad Darwis dengan tulisan yang berjudul

الوسطية في فكر الشيخ نووي الجاوي

بقلم الشيخ محمد درويش

Dan Syekh Ali Al-Qusaibaty MA dengan tulisan yang berjudul

طية الإسلام في منهج العلماء

العلامة الشيخ محمد بن عمر نووي الجاوي البنتاني نموذجا في الرد على مفاهيم الغلو و التشدد

إعداد الشيخ علي القصيباتي

Dekan Fakultas Syariah H Yusuf Somawinata mengatakan, kegiatan ini berkaitan erat dengan keilmuan di lingkungan civitas akademika Fakultas Syariah. “Kita lihat bahwa fikih yang dibawa oleh sesepuh kita di Banten yakni Syekh Nawawi, kita anggap sebagai fikih moderat. Pemikirannya tidak terlalu longgar dan tidak terlalu ekstrem sehingga cocok untuk diterapkan di kita terutama civitas akademika Fakultas Syariah UIN Banten,” katanya.

Menurutnya, fikih moderat dalam pandangan Syekh Nawawi itu penuh dengan toleransi dan menghindari hal-hal yang mengarah pada radikalisme. Syekh Nawawi merupakan putra Banten sehingga pemikirannya bisa diadopsi oleh masyarakat Banten terutama di lingkungan mahasiswa, dosen, dan lingkungan lainnya.

“Semoga civitas akademika Fakultas Syariah UIN Banten mampu mengadopsi pemikiran Syekh Nawawi, memiliki pemikiran yang luas dan moderat,” tuturnya.

Rektor UIN SMH Banten Prof Fauzul Iman mengatakan, sangat mengapresiasi seminar nasional ini. Menurutnya, fikih moderat dalam pandangan Syekh Nawawi tidak ekstrem. “Kita boleh berpikir tanpa membabi buta pada seseorang. Boleh berbeda dengan mazhab asalkan punya argumen yang kuat dan berdasarkan metode ijtihad. Itu yang patut jadi khazanah,” katanya.

Prof Abdul Qodir Neffati dari Universitas Zaitounah Tunisia, Syekh Dr.Muhammad Darwis dan Syekh Ali Al-Qusaibaty MA Dosen STAI Imam Syafi’i Cianjur Indonesia

Ia berharap, kegiatan ini membangkitkan semangat generasi muda untuk terus mempelajari dan mengadopsi pemikiran Syekh Nawawi. “Semoga kegiatan ini menjadi pemicu munculnya gerakan intelektual baru di kalangan generasi baru supaya mewarisi pikiran moderatnya Syekh Nawawi, baik di kampus, pesantren, dan lingkungan lainnya,” tutupnya. (RB)

Sumber : uinbanten.ac.id

Related Posts

Struktur Organisasi STAI Imam Syafi’i Cianjur

Konferensi Internasional Ushul Fiqh dan Fatwa Kontemporer diselenggarakan oleh STAI Imam Syafi’i dan Universitas Darussalam Gontor

Kunjungan Prof Syekh Muhammad Hasan Hitou dan Penandatanganan MoU STAI Imam Syafi’i dan Universitas Darussalam Gontor

Kunjungan Dr. Muhammad Hasan Hitou Ph.D di UIN Syarif Hidayatulloh dan Seminar Tentang Perkara Halal di Eropa dan Negara-Negara Islam

admin


Bertugas di bagian Informasi dan Public Relation, Biro Akademik Dan Administrasi Kemahasiswaan Dan Alumni, Sekolah Tinggi Agama Islam Imam Syafi'i Cianjur.

Your Signature

Leave a Reply


Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}