Wisuda STAI Imam Syafi’i Cianjur Angkatan ke II

0
267

STAI Imam Syafi’i Mewisuda 25 Sarjana

Tamu Undangan dari KOPERTAIS II Jawa Barat dan Banten

CIANJUR – Diawali dengan melantunkan lagu kebangsaan Indonesia Raya pagi ini, sebanyak 25 wisudawan mengikuti rapat senat terbuka dalam rangka wisuda ke-2 Program Sarjana Sekolah Tinggi Imam Syafi’i Cianjur (Rabu, 1/11/2017). Hadir dalam acara itu: Ketua Yayasan LPD Al-Bahjah Cirebon KH. Yahya Zainal Ma’arif, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Prof. Dr. H. Kamaruddin Amin, MA, Ketua MUI Kab. Cianjur KH. Abdul Halim, serta beberapa tokoh ulama dan pejabat setempat.

Sambutan Ketua MUI Cianjur
Sambutan Ketua MUI Cianjur

Dalam sambutannya, Ketua MUI Kabupaten Cianjur mengapresiasi acara ini. “Saya sangat bersyukur atas kehadirat Allah SWT dengan diwisudanya calon ulama di masa mendatang yang akan menggantikan generasi ulama-ulama yang sudah tua seperti saya, yang sudah berumur 87 tahun. Dan saya ucapkan banyak terimakasih kepada pimpinan lembaga ini; Syaikh Hasan Hitou, yang telah membimbing dan mengajari disiplin ngaji”,  katanya.

Paduan Suara Untuk Menyanyikan Indonesia Raya dan Mars STAI Imam Syafi’i

Usai sambutan-sambutan, Acara dilanjutkan dengan prosesi wisuda diikuti pembacaan yudisium oleh para wisudawan. Berdasarkan catatan bagian Akademik; dari 2 fakultas yang ada, jumlah wisudawan dari Fakultas Tarbiyah jurusan Bahasa Arab sebanyak 10 orang dan dari Fakultas Syariah jurusan Akhwal Al-syakhshiah sebanyak 15 orang. Waktu Studi rata-rata untuk lulusan program S1 tidak lebih dari 4 tahun 2 bulan.

Para Wisudawan STAI Imam Syafi’i Angkatan II

Nilai tertinggi dari mutakhorrij Prodi Bahasa Arab diraih oleh M. Qoni Musyaffa’ dengan nilai IPK 3,52. Sedangkan gelar terbaik dari Prodi Akhwal Al-syakhshiah jatuh pada Muhammad Rofi’ dengan nilai IPK 3,58 .

Peraih IPK Tertinggi Prodi Pendidikan Bahasa Arab
Peraih IPK tertinggi Prodi Akhwalus Syakhsiyah

Dalam sambutannya, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI berpesan: “Pesatnya kemajuan Globalisasi & Teknologi mengharuskan kita untuk mengantisipasi bahaya dampak negatif yang ada. Oleh karena itu, agar tidak tergilas derasnya arus globalisasi tersebut serta agar tidak ketinggalan zaman, maka para mahasiswa dipandang perlu memahami bahkan wajib menguasai perihal literasi IT komputer & sosial media. Pun juga harus lancar berbahasa inggris, demi merespon serta mengentaskan masalah umat dengan lebih aktual dan komprehensif.”

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here